Kamis, 06 Maret 2014

Bahasa Arab Sehari-hari (Bahasa Arab Suqiyyah)



اللغة العربية السوقية السعودية
Percakapan Ketiga
في المطعم
Fil Math’am
Di Ruang makan

مرحبا يا صديق
Marhaban ya shadi:g?
Selamat berjumpa kawan?
أهلا و سهلا
Ahlan wa sahlan
Selamat datang
الين تروح؟
I laen tiru:h?
Kemana kamu pergi?
اروح إلى المطعم
Aru:h ilal math’am
Saya pergi ke ruang makan
فين المطعم؟
Fi:nal math’am?
Di mana ruang makan?
قريب جنب القاعة
Gori:b jambal qo:ah
Dekat, di samping gedung pertemuan
أنت جيعان يا صديق
Ant ji:an ya shadi:g?
Kamu lapar teman?
نعم أنا جيعان
Na’am ana ji:an
Iya saya lapar
سلون نأكل؟ أين الصحن؟
Slun na’kul? Aena shohn?
Bagaimana makannya? Mana piring?
يا صديق نأكل بالصينية دون الصحن
Ya shadi:g na’kul bishshi:niyyah du:na shohn
Hai teman kita makan dengan nampan tanpa piring
ايش نأكل هناك؟
Isy na’kul hina:k?
Apa yang kita makan di sana
ممكن اروز و ادام و خضر
Mumkin aruz wal ida:m wal khudhor
Mungkin nasi, lauk dan sayur
يا الله بسرعة عندنا وقت قليل
Ya Allah bisur’ah andana wakt goli:l
Ya Allah cepat kita hanya punya waktu sebentar
ايوه بسرعة شوية
Ayyuah bisur’ah syuayyah
Baiklah cepat sedikit.

Rabu, 05 Maret 2014

Belajar Bahasa Arab Sehari-hari (Bahasa Arab Su:qiyah)



اللغة العربية السوقية السعودية
Hari Kedua
Percakapan Kedua
في الحمام
Fil hama:m
Di dalam kamar mandi

يا صديق من في الداخل؟
Ya shodi:g min fidda:khil?
Hai teman! Siapa di dalam?
انا أحمد في الداخل
Ana Ahmad fidda:khil
Saya Ahmad di dalam
ايش تسوي في الداخل؟
Isy tusa:wi fidda:khil
Apa yang kamu lakukan di dalam?
أستحم في الداخل
Astahim fidda:khil
Saya mandi di dalam
تستحم من زمان
Tistahim min zama:n
Kamu mandi lama sekali
لا يا صديق
La ya shadi:g
Tidak teman
يا الله بسرعة شوية
Ya Allah bisur’ah syuwayyah
Ya Allah, cepat sedikit
اصبر يا ابن الحلال
Ishbir  Yaa ibnal hala:l
Sabar wahai anak baik
يا صديق عندك صابون زائد
Ya shadi:g andak shobun zaid
Hai teman, kamu punya sabun lebih
نعم، تبى أنت؟
Na’am tabi ant?
Ya , kamu mau?
هذا حقك، أبي شوية
Hadza haggik, abi syuwayyah
Ini milikmu, saya mau sedikit
نعم، هذا حقى فضل
Na’am hadza haggik fadhdhol
Ya ini milikku, silahkan
شكرا، يا صديق
Syukron Yaa shadi:g
Terima kasih teman
عفوا
‘Afwan
Terima kasih kembali

Wow..Manusia Berkulit Zebra!!



Kejadiannya tadi pagi, disimpang lampu lalu lintas. Saat itu.. si merah terjaga, aku dan hondaku harus berhenti. Sambil menunggu si hijau terbangun, tak sengaja aku melihat seorang ibu sedang di bonceng yang berpakaian baju bercorak garis hitam putih percis kulit zebra. “Wow...manusia berkulit zebra!” gumamku dalam hati. Aku pun merenung dan teringat diskusiku beberapa bulan yang lalu bersama dengan siswa tentang orang-orang muqtashid. Lalu.. apa sih orang yang dinamakan muqtashid itu??? Lah apa hubungannya dengan kulit zebra?? (bertanya bergaya kepomen)

Orang-orang muqtashid/pertengahan adalah golongan orang yang perbuatan baiknya sebanding dengan perbuatan buruk yang dilakukannya.
Orang ini shalat tapi masih maksiat
Orang ini puasa tapi masih durhaka
Orang ini suka sedekah tapi tidak suka berhijab
Orang ini berhijab tapi masih ghibah
Orang ini zakat tapi masih gasak.

Andaikan Allah berkehendak menampakkan kebaikan dan keburukkan yang manusia lakukan di muka bumi ini melalui warna kulitnya. Pastilah, Orang muqtashid berkulit hitam- putih bak zebra. Tentunya karena perbuatannya sebanding dengan kejahatan yang dilakukannya. Sementara bagi orang yang berkulit putih pastilah termasuk orang yang akan masuk surga karena mereka suka berlomba-lomba dalam kebaikan dan tentu celakalah bagi orang yang berkulit hitam, karena perbuatan jahatnya yang dzolim dan konsekuen itu.

Alhamdulillah, hal diatas tidak terjadi karena karunia dan kasih sayang Allah kepada manusia. Allah tidak tampakkan dosa dan pahala manusia di dunia ini. Allah akan tampakkan hasil perbuatan manusia di hari pembalasan nanti.

Jadii..berkulit apakah Anda???...

Allah SWt berfirman dalam QS Al Faatir 35:32:
ثُمَّ أَوْرَثْنَا ٱلْكِتَـٰبَ ٱلَّذِينَ ٱصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَا ۖ فَمِنْهُمْ ظَالِمٌۭ لِّنَفْسِهِۦ وَمِنْهُم مُّقْتَصِدٌۭ وَمِنْهُمْ سَابِقٌۢ بِٱلْخَيْرَ‌ٰتِ بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۚ ذَ‌ٰلِكَ هُوَ ٱلْفَضْلُ ٱلْكَبِيرُ [٣٥:٣٢]
Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar.

Wallahu a’lamu bis shawwab

Oleh: Teguh Abu Mumtaz
luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com