Tampilkan postingan dengan label Tarbiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tarbiyah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 April 2011

Lafadz Qosam di Dalam Al-Quran


Lafadz Sumpah di dalam Al-Quran

لَعَمْرُكَ إِنَّهُمْ لَفِي سَكْرَتِهِمْ يَعْمَهُونَ ﴿٧٢﴾
(Allah berfirman): "Demi umurmu (Muhammad), sesungguhnya mereka terombang-ambing di dalam kemabukan (kesesatan)".
وَالْقُرْآنِ الْحَكِيمِ ﴿٢﴾
Demi Al Qur'an yang penuh hikmah,
وَالصَّافَّاتِ صَفّاً ﴿١﴾
Demi (rombongan) yang bershaf-shaf dengan sebenar-benarnya,
فَالزَّاجِرَاتِ زَجْراً ﴿٢﴾
Dan demi (rombongan) yang melarang dengan sebenar-benarnya (dari perbuatan-perbuatan ma`siat),
فَالتَّالِيَاتِ ذِكْراً ﴿٣﴾
Dan demi (rombongan) yang membacakan pelajaran,
ص وَالْقُرْآنِ ذِي الذِّكْرِ ﴿١﴾
Shaad, demi Al Qur'an yang mempunyai keagungan.
قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ ﴿٨٢﴾
Iblis menjawab: "Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya,
وَالْكِتَابِ الْمُبِينِ ﴿٢﴾
Demi Kitab (Al Qur'an) yang menerangkan.
وَالْكِتَابِ الْمُبِينِ ﴿٢﴾
Demi Kitab (Al Qur'an) yang menjelaskan,
ق وَالْقُرْآنِ الْمَجِيدِ ﴿١﴾
Qaaf. Demi Al Qur'an yang sangat mulia.
وَالذَّارِيَاتِ ذَرْواً ﴿١﴾
Demi (angin) yang menerbangkan debu dengan sekuat-kuatnya,
وَالسَّمَاء ذَاتِ الْحُبُكِ ﴿٧﴾
Demi langit yang mempunyai jalan-jalan,
وَالطُّورِ ﴿١﴾
Demi bukit,
وَالْبَيْتِ الْمَعْمُورِ ﴿٤﴾
Dan demi Baitul Ma`mur,
وَالنَّجْمِ إِذَا هَوَى ﴿١﴾
Demi bintang ketika terbenam,
ن وَالْقَلَمِ وَمَا يَسْطُرُونَ ﴿١﴾
Nun, demi kalam dan apa yang mereka tulis,
كَلَّا وَالْقَمَرِ ﴿٣٢﴾
Sekali-kali tidak, demi bulan,
وَالْمُرْسَلَاتِ عُرْفا ﴿١﴾
Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan,
وَالنَّازِعَاتِ غَرْقاً ﴿١﴾
Demi (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras,
وَاللَّيْلِ إِذَا عَسْعَسَ ﴿١٧﴾
Demi malam apabila telah hampir meninggalkan gelapnya,
وَالصُّبْحِ إِذَا تَنَفَّسَ ﴿١٨﴾
Dan demi subuh apabila fajarnya mulai menyingsing,
وَالسَّمَاء ذَاتِ الْبُرُوجِ ﴿١﴾
Demi langit yang mempunyai gugusan bintang,
وَالسَّمَاء وَالطَّارِقِ ﴿١﴾
Demi langit dan yang datang pada malam hari,
وَالسَّمَاء ذَاتِ الرَّجْعِ ﴿١١﴾
Demi langit yang mengandung hujan,
وَالْفَجْرِ ﴿١﴾
Demi fajar,
وَوَالِدٍ وَمَا وَلَدَ ﴿٣﴾
Dan demi bapak dan anaknya.
وَالشَّمْسِ وَضُحَاهَا ﴿١﴾
Demi matahari dan cahayanya di pagi hari,
وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَى ﴿١﴾
Demi malam apabila menutupi (cahaya siang),
وَالضُّحَى ﴿١﴾
Demi waktu matahari sepenggalahan naik,
وَاللَّيْلِ إِذَا سَجَى ﴿٢﴾
Dan demi malam apabila telah sunyi,
وَالتِّينِ وَالزَّيْتُونِ ﴿١﴾
Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun,
وَطُورِ سِينِينَ ﴿٢﴾
Dan demi bukit Sinai,
وَهَذَا الْبَلَدِ الْأَمِينِ ﴿٣﴾
Dan demi kota (Mekah) ini yang aman,
وَالْعَادِيَاتِ ضَبْحاً ﴿١﴾
Demi kuda perang yang berlari kencang dengan terengah-engah,
وَالْعَصْرِ ﴿١﴾
Demi masa.

Selasa, 24 Agustus 2010

Macam- Macam Cairan Yang Keluar dari Organ Seksual

Air Seni
Hukum air seni adalah najis. Oleh karenanya, sebelum menunaikan suatu kewajiban ibadah, seperti shalat, kita diwajibkan untuk membersihkan air seni terlebih dahulu, lalu setelah itu berwudhu.
Rasulullah bersabda mengenai pentingnya membersihkan air seni: “Sucikan diri dari air seni, karena siksa kubur umumnya berasal dari (kelalaian dalm membersihkan) darinya”
 
Sperma
Sperma merupakan cairan berwarna putih, kental seperti adonan roti dan keluar dengan cara terpancar bersamaan dengan perasaan nikmat yang memuncak. Sperma sendiri adalah cairan yang suci. Namun demikian, bila mengenai pakaian disunahkan untuk dicuci bila sperma itu dalam keadaan basah. Namun, jika kering cukup dibersihkan dengan cara di kerok-kerok saja.
Ada tiga hal yang menyebabkan keluarnya sperma: hubungan intim, mimpi basah dan onani atau masturbasi.
Cairan Mazi
Cairan ini encer dan biasanya keluar saat timbul syahwat (terangsang sesuatu). Cairan ini juga keluar saat akan melakukan hubungan intim dan pada saat bercumbu rayu.
Hukum cairan mazi adalah najis dan juga cairan ini sukar untuk dihindari karena pada saat terasa terangsang, biasanya cairan ini akan keluar. Oleh karena itu, cara untuk mencuci cairan mazi mendapat keringanan dari agama, yakni cukup dengan memercikkan air ke pakaian yang terkena mazi.
Cairan Wadi
Wadi adalah cairan putih yang keruh dan pekat, yang keluar mengiringi kencing atau dikarenakan setelah membawa barang yang berat. Hukum cairan wadi adalah najis, meskipun tidak diwajibkan mandi saat cairan itu keluar. Cara mencucinya persis seperti membersihkan air seni.
Perlu diketahui bahwa yang sering mengalami keluarnya cairan wadi adalah perempuan ketimbang laki-laki, baik karena keputihan atau saat akan melahirkan.

Minggu, 23 Mei 2010

Nasehat Imam Al Ghazali

Ada empat hal yang menguatkan badan: memakan daging, mencium bau-bauan, memperbanyak mandi dari yang bukan bersetubuh dan memakai kain katun.
Ada pula empat hal yang melemahkan badan: banyak bersetubuh, banyak berduka cita, banyak minum air tanpa makan sesuatu dan terlalu banyak makan yang masam.
Empat hal yang menguatkan penglihatan: duduk kearah kiblat, bercelak ketika tidur, memandang pada yang hijau dan membersihkan pakaian.
Tapi ada empat pula yang melemahkan penglihatan: memandang pada yang jijik, memandang pada yang dipancung, memandang kemaluan wanita dan duduk membelakangi kiblat.

Tidur pun ada empat macam: tidur di atas kuduk, yaitu tidur para Nabi ayang mana mereka itu bertafakkur tentang kejadian langit dan bumi; tidur di atas lambung kanan, yaitu tidur para ulamam dan ‘abid (ahli ibadah); tidur di atas lambung kiri, yaitu tidur raja-raja, untuk menghancurkan makanan yang mereka makan; dan terakhir tidur menelungkup, yaitu tidurnya setan-setan.

Ada empat hal yang akan menambah kecerdasan akal: meninggalkan perkataan yang tidak perlu, bersugi, duduk-duduk dengan orang saleh dan dengan para ulama.
Lalu ada empat hal yang yang termasuk ibadat: tidak melangkah dengan suatu langkah melainkan dengan berwudhu lebih dahulu, memperbanyak sujud (shalat), membiasakan diri di masjid dan terakhir memperbanyak baca al Qur’an

Sampel Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Satuan Pendidikan           :     MTs………
Mata Pelajaran                :     Sejarah Kebudayaan Islam
Kelas/Semester               :     VII / Ganjil
Waktu                             :     2 x 40 menit
Standar Kompetensi        :     3. Memahami biografi dan kebijakan khalifah Abdul Malik bin Marwan
Kompetensi Dasar           :     3.1 Menjelaskan biografi khalifah Abdul Malik bin  Marwan
                                             3.2 Mengidentifikasi upaya-upaya dan jasa-jasa Abdul Malik bin Marwan
Indikator                         :     3.1.1 Siswa dapat menceritakan biografi khalifah Abdul Malik bin Marwan
3.1.2   Siswa dapat menjelaskan upaya-upaya khalifah Abdul Malik bin Marwan
3.1.3   Siswa dapat menyebutkan jasa-jasa khalifah Abdul Malik bin Marwan
I.    Materi pokok            :     Khalifah Abdul Malik bin Marwan
II.   Metode Pengajaran  :     Ceramah,  tanya jawab, dan penugasan
III. Langkah-langkah       :
a.       Kegiatan awal
Guru mengucapkan salam lalu bersama siswa berdo’a, kemudian dilanjutkan dengan absensi, appersepsi, pretes, penyampaian kompetensi yang harus dicapai siswa setelah pembelajaran, dan motivasi sampai siswa benar-benar siap belajar.
b.      Kegiatan inti
1.      Guru menjelaskan materi pokok dan menuliskannya di papan tulis. Kondisi siswa menyimak penjelasan materi.
2.      Guru memberikan waktu kepada siswa untuk bertanya dan mencatat materi yang telah dijelaskan.
3.      Siswa membaca hasil catatannya. Setelah itu guru melakukan tanya jawab secara lisan kepada siswa.
4.      Guru memberikan tugas/latihan tertulis mengenai materi yang telah dijelaskan.
c.       Penutup
1.                                                 Guru memberikan saran-saran dan menambahkan penjelasan siswa.
2.                                                 Guru dan Murid sama-sama melafadzkan Alhamdalah.

IV. Alat dan sumber belajar
a.       Buku pelajaran SKI
b.  Sumber-sumber yang relevan.
V. Penilaian
a.       Tes tertulis
1.      Antara tahun berapa Abdul Malik bin Marwan berkuasa di dinasti Ummayah?
2.      Sebutkan nama lengkap Abdul Malik bin Marwan?
3.      Sebutkan tiga usaha-usaha Abdul Malik bin Marwan ketika berkuasa sebagai dinasti Ummayah?
4.      Sebutkan tiga Jasa-jasa Abdul Malik bin Marwan ketika berkuasa sebagai khalifah dinasti ummayah?
5.      Apa fungsi Mahkamah Agung yang dibentuk oleh Abdul Malik bin Marwan?


Mengetahui,                                                                  Guru Mata Pelajaran,
Guru Pamong                                                               PPLII





Mengetahui,
Kepala Sekolah

Sejarah Singkat IAIN Raden Fatah Palembang

        Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Raden Fatah Palembang. IAIN Raden Fatah Palembang berdiri berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 7 Tahun 1964 Tanggal 22 Oktober 1964. Acara peresmian pembukaan dilaksanakan pada tanggal 13 Nopember 1964 di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Propinsi Sumatera Selatan.
        Berdirinya IAIN Raden Fatah erat kaitanya dengan keberadaan lembaga-lembaga pendidikan tinggi agama Islam yang ada di Sumatera Selatan dan dengan IAIN Sunan Kalijaga di Yogyakarta serta IAIN Syarif Hidayatullah di Jakarta. IAIN Raden Fatah merupakan gabungan dari lembaga-lembaga pendidikan tinggi agama Islam yang sudah ada. Pertama, Fakultas Hukum Islam dan Pengetahuan Masyarakat yang didirikan oleh Yayasan Perguruan Tinggi Islam Sumatera Selatan (Akte Notaris No. 49 Tanggal 16 Juli 1958). Pada tanggal 25 Mei 1961 Fakultas ini ditingkatkan statusnya menjadi fakultas negeri dengan nama fakultas Syari’ah IAIN Palembang sebagai cabang IAIN Sunan Kalijaga dan sejak tanggal 1 Agustus 1963 Fakultas Syari’ah tersebut dialihkan menjadi fakultas cabang IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kedua, Fakultas Tarbiyah yang didirikan oleh Yayasan Taqwa Sumatera Selatan. Pada tahun1963 fakultas ini ditingkatkan statusnya menjadi fakultas negeri dengan nama fakultas Tarbiyah IAIN berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 86 Tahun 1964 20 Oktober 1964. ketiga, Fakultas Syari’ah Jambi juga ditingkatkan statusnya menjadi fakultas negeri dengan nama Fakultas Syari’ah IAIN berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 86 Tahun 1964 tanggal 20 Oktober 1964 sebagai fakultas cabang IAIN Raden Fatah. Keempat,Fakultas Tarbiyah di Tanjung Karang yang dinegerikan menjadi Fakultas Tarbiyah IAIN sebagai fakultas cabang IAIN Raden Fatah. Kelima, Fakultas Ushuludin yang dinegerikan berinduk ke IAIN Raden Fatah.
         Fakultas-fakultas agama swasta tersebut yang ditingkatkan statusnya menjadi fakultas negeri menjadi cikal bakal dan modal bagi berdirinya IAIN Raden Fatah yang pembukaannya diresmikan oleh Menteri Agama, Prof. K.H. Syaifuddin Zuhri, pada tanggal 13 Nopember 1964.
         Dalam perkembangan berikutnya, Fakultas Syari’ah di Jambi sebagai fakultas cabang IAIN Raden Fatah, ditingkatkan statusnya menjadi IAIN Sultan Thaha Syaifuddin pada tanggal 27 Juli 1967. Kemudian pada tanggal 27 Juli 1967. Kemudian pada tanggal 27 Oktober 1968 Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah cabang Tanjung Karang juga ditingkatkan statusnya menjadi IAIN Raden Intan.
         Pada tahap berikutnya, diupayakan pula peningkatan status fakultas cabang yang ada, yaitu pada tahun 1968 Fakultas Ushuludin Lahat dan Fakultas Ushuludin Palembang menjadi Fakultas Syari’ah di Bengkulu dialihkan statusnya menjadi fakultas negeriyang berinduk ke IAIN Raden Fatah. Kemudian pada tahun 1975 Fakultas Ushuludin IAIN Raden Fatah di Lahat diintegrassikan dengan Fakultas Ushuludin IAIN Raden Fatah Palembang.
         Dengan demikian sejak tahun 1975 IAIN Raden Fatah memiliki tiga fakultas di Palembang, yaitu Fakultas Syari’ah, Fakultas Tarbiyah, Fakultas Ushuludin dan dua fakultas di Bengkulu, yaitu Fakultas Ushuludin di Curup dan Fakultas Syari’ah di kota Bengkulu yang berlangsung sampai dengan tahun 1995. Pada tahun 1995, kelas jauh Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang Jurusan Pendidikan Agama Islam di Bengkulu ditingkatkan statusnya menjadi Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah di Bengkulu.
         Sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam upaya pengembangan kelembagaan perguruan tinggi agama Islam, maka pada tanggal 30 Juni 1997, Fakultas Ushuludin IAIN Raden Fatah Curup serta Fakultas Syari’ah dan Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah di kota Bengkulu ditingkatkan statusnya menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN), yaitu STAIN Curup dan STAIN Bengkulu, masing-masing dipimpin oleh seorang ketua dan otomatis memisahkan diri dari IAIN Raden Fatah.
        Dalam perkembangan berikutnya IAIN Raden Fatah membuka dua fakultas, yaitu Fakultas Adab (Sastra dan Budaya) dan Fakultas Dakwah, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama RI Nomor 103 Tahun 1998 tanggal 27 Februari 1998. Cikal Bakal Fakultas Adab dimulai dari pembukaan dan penerimaan mahasiswa Program Studi (Prodi) Bahasa dan Sastra Arab dan Prodi Sejarah dan Kebudayaan Islam pada tahun akademik 1995/1996 pada Fakultas Tarbiyah. Demikian pula cikal bakal Fakultas Dakwah dimulai dari pembukaan dan penerimaan mahasiswa Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam serta Prodi Bimbingan dan Penyuluhan Islam pada tahun akademik 1995/1996 pada Fakultas Ushuludin.
         Sejak berdiri dan diresmikan pada tanggal 13 Nopember 1964 IAIN Raden Fatah telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan. Secara periodik dari tahun 1964 sampai dengan sekarang, Rektor IAIN Raden Fatah adalah sebagai berikut:
1. Prof. K.H. Ibrahim Hoesen, LMI, tahun 1964-1965.
2. K.H. Ahmad Sajari, tahun 1965-1966.
3. Brigjen. H. Abu Yazid Bustami, tahun 1966-1967.
4. K.H. Zainal Abidin Fikri, tahun 1967-1972
5. H. Isa Sarul, MA, tahun 1972-1975.
6. Brigjen H. Asnawi Mangku Alam (care taker Rektor), tahun 1975.
7. Prof. H. Zainal Abidin, tahun 1976-1984.
8. Drs. Usman Said, tahun 1984-1994.
9. Prof. Dr. H. Jalaluddin, tahun 1994-1998.
10. Prof. Dr. H. Jalaluddin, tahun 1998-2003.
11. Prof. Dr. H. J. Suyuthi Pulungan, MA, tahun 2003-2007
12. Prof. Dr. H. Aflatun Muchtar, MA, tahun 2007-sekarang.

Jumat, 21 Mei 2010

Games for Islamic Kids


Carilah kata-kata di  bawah ini dengan tepat, di dalam kotak huruf yang telah disediakan!

1.     Muhammad
2.    Abdullah
3.    Aminah
4.    Khodijah
5.    Abu Thalib
6.    Abdul Muthalib
7.    Fatimah
8.    Ali
9.    Umi kulsum
10. Halimatus Sadiyah

Q
W
E
R
T
Y
U
U
I
O
P
O
Y
F
A
S
F
H
U
L
Z
X
C
V
M
U
H
A
M
M
A
D
H
J
K
K
L
Q
M
V
W
E
F
R
T
Y
U
I
O
P
M
A
S
X
Z
V
A
B
I
B
S
V
A
H
D
N
V
M
T
A
I
C
G
H
R
H
D
N
K
M
C
D
T
F
G
X
C
N
M
V
N
G
T
Y
U
I
O
P
U
N
K
Q
I
W
E
R
T
U
I
O
A
B
D
U
L
L
A
H
L
X
H
Q
M
A
S
D
F
G
H
I
H
K
L
M
N
B
V
C
S
Z
O
T
A
B
D
U
L
M
U
T
H
A
L
I
B
Y
B
N
U
E
D
S
H
Z
X
C
V
B
N
M
D
J
A
G
K
L
B
U
M
Y
I
Q
W
E
R
T
Y
U
I
O
P
L
K
J
H
G
F
D
A
J
J
A
F
C
L
D
O
P
B
C
Z
O
P
A
S
X
V
N
M
K
A
B
U
T
H
A
L
I
B
Q
D
A
L
I
U
R
N
E
S
D
H
R
F
C
N
L
U
O
W
X
Z
K
L
R
S
A
C
Z
V
G
R
U
E
M
N
I
Y
R
D
S
B
U
M
J
H
I
O
V
B
H
T
H
A
L
I
M
A
T
U
S
S
A
D
I
Y
A
H
R
C
N
N
I
H
U
E
Y
F
D
A
Q
W
E
R
L
K
U
G
P
P
O







luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com