Tampilkan postingan dengan label Berita Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 April 2010

Resume Berita Pendidikan_jum'at 30 april 2010

Ketua Komnas HAM Yoseph Adi Prasetyo Menyatakan:
ujian nasional (UN) hendaknya tidak menjadi penghambat majunya pendidikan bangsa Indonesia.
"Yang menjadi pertanyaan adalah ujian nasional menjadi pemenuhan hak atas pendidikan warga negara atau malah menjadi penghambat" ungkap Yoseph di gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat 
"Sistem yang ada harus dibenahi karena setelah siswa lulus akan diseleksi lagi ketika mau masuk perguruan tinggi. Lantas untuk apa ujian nasional? Itu hanya menciptakan alat seleksi begitu panjang namun menghambat orang untuk mendapatkan pekerjaan," papar Yoseph seraya menyatakan Komnas HAM hanya bisa sebatas merekomendasikan dihapuskannya ujian nasional terkait hal tersebut.
Sumber Media Indonesia: http://www.mediaindonesia.com/read/2010/04/30/139673/88/14/UN-Langgar-Hak-Asasi-Manusia

Kamis, 29 April 2010

Resume Berita Pendidikan_kamis 29 April 2010

Tidak Lulus = JUJUR
Prof. Mungin Eddy Wibowo (Anggota Badan Standar Nasional Pendidikan):
menilai penurunan tingkat kelulusan dalam Ujian Nasional 2010 menunjukkan peningkatan kejujuran dalam pelaksanaannya.
"Penurunan tingkat kelulusan Ujian Nasional (UN) 2010 ini memang terjadi di beberapa daerah. Hal itu dapat dipengaruhi oleh beberapa hal, salah satunya adalah adanya peningkatan kejujuran dalam pelaksanaannya," katanya di Semarang


Nilai UN SMK Jeblok, Salah Siapa?
Direktur Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang Marthen Pali mengatakan hal nilai SMK Jeblok:
lonjakan jumlah siswa yang gagal dalam UN tahun ini tak lepas dari program SMK Bisa yang cenderung dipaksakan oleh pemerintah. "Saya sudah perkirakan sebelumnya, program ini ibarat bom waktu yang siap meledak," ujar pakar konseling ini
Pakar pendidikan dari Fakultas Ekonomi UM Hari Wahyono menyebut konsep UN untuk SMK salah kaprah. Siswa SMK, yang mengandalkan keterampilan teknis di lapangan pekerjaan, tidak semestinya diuji secara tertulis seperti UN.
"Siswa SMK disiapkan bekerja sesuai sekolahnya. Mereka jago dalam keterampilan lapangan, tapi lemah untuk soal tertulis. Coba, di dunia kerja praktis, apa ditanyakan soal-soal Matematika itu?” kata Hari.


Pendaftaran Online Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Dimulai 2 Mei.
Pendaftaran seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri dibuka dalam dua gelombang. Dengan demikian, ada kesempatan buat siswa SMA/MA/SMK yang ikut ujian nasional ulangan untuk bisa mendaftar dalam seleksi masuk yang diikuti 57 perguruan tinggi negeri di Tanah Air tersebut.
Dari informasi yang diumumkan dalam website resmi seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) www.snmptn.ac.id,  pendaftaran secara online untuk gelombang pertama dimulai 2 Mei pukul 08.00 WIB hingga 31 Mei pukul 16.00. Pendaftaran ini ditujukan untuk lulusan tahun 2008, 2009, dan UN utama tahun 2010.
Adapun bagi lulusan UN ulangan, pendaftaran secara online dimulai 10 Juni pukul 08.00 hingga 12 Juni pukul 16.00. Peserta yang hendak mengikuti SNMPTN harus membayar dulu uang pendaftaran lewat beragam fasilitas layanan Bank Mandiri yang tersedia.
Biaya formulir pendaftaran untuk kelompok IPA atau IPS besarnya Rp 150.000, peserta dapat memilih dua program studi. Untuk kelompok IPS biaya formulir senilai Rp 175.000 dengan tiga pilihan program studi.
Sumber Kompas: http://edukasi.kompas.com/read/2010/04/29/20434810/SNMPTN.Dibuka.Dua.Gelombang-14

Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS) tidak akan menerima siswa yang dinyatakan lolos tes penelusuan minat dan kemampuan (PMDK) di perguruan tinggi itu namun tidak lulus ujian nasional (UN).
''Kami tetap komitmen selama tidak lulus ujian nasional tetap kita tolak, meski lolos dalam tes PMDK,'' kata Pembantu Rektor I Prof Ir Arief Djunaidy di Surabaya, Kamis (29/4)

Uang Pangkal = Gratifikasi
"Dinas Pendidikan DKI harus mulai menghapus pengenaan uang pangkal dengan berbagai dalih di SMA dan SMKN. Setidaknya mulai tahun ajaran baru 2010/2011, sebaiknya ditiadakan uang pangkal karena masuk kategori gratifikasi, kecuali iuran rutin bulanan. Itu pun nilainya yang wajar," ujar anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Belly Bilalusalam menanggapi masih maraknya setiap tahun pungutan terhadap setiap siswa baru nilainya relatif besar. 
Sumber Media Indonesia:http://www.mediaindonesia.com/read/2010/04/04/139366/88/14/Hapus-Uang-Pangkal-SMA-Kategori-Gratifikasi-

Selasa, 27 April 2010

Resume Berita Pendidikan_selasa 27 april 2010

Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), Mohammad Nuh:
Sekolah yang kelulusannya 0 persen (ketidaklulusan 100 persen) paling banyak adalah sekolah swasta. Perbandingannya, sekolah negeri 34,02 persen dan sekolah swasta 65, 98 persen.
Dari 267 sekolah, 51 sekolah negeri yang ketidaklulusannya 100 persen dengan jumlah siswa sebanyak 2.602 siswa, sementara sekolah swasta berjumlah 216 sekolah yang ketidaklulusan siswanya 100 persen dengan jumlah siswa sebanyak 5.046 siswa. Sementara, sekolah yang kelulusannya 100 persen sebanyak 5.795 sekolah atau 35,17 persen, dengan jumlah siswa sebanyak 418.885 orang atau 27,52 persen.
“Provinsi yang paling banyak ketidaklulusan sekolahnya 0 persen adalah Kalimantan Timur, sebanyak 39 sekolah atau 1.158 siswa. Ada juga sekolah yang siswanya tidak lulus semua di DKI Jakarta ada 10 sekolah, dengan jumlah perserta 143 siswa,” ujar Mendiknas
Sumber: http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita/10/04/27/113193-duh-267-sekolah-100-persen-tak-lulus-un

Mohammad Nuh menyampaikan, pemerintah membutuhkan sebanyak 50 ribu guru baru setiap tahun. Kebutuhan guru itu untuk mengganti guru yang telah pensiun dan menambah kekurangan saat ini.
''Kami sedang giat melakukan reformasi pendidikan melalui peningkatan kualitas guru sebagai pembela utama kemajuan pendidikan nasional,'' ujar Mendiknas
Sumber:http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita/10/04/27/113119-indonesia-butuh-50-ribu-guru-baru-tiap-tahun

Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf
Memberikan bantuan biaya bimbingan belajar bagi seluruh siswa provinsi Jawa Timur, Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan, serta Madrasah Aliyah yang tidak lulus Ujian Nansional.
"Bagi yang tidak lulus ujian nasional silahkan ikuti bimbingan belajar. Dinas Pendidikan setempat yang koordinir masalah biayanya," ujar Wakil Gubernur Jawa Timur
Sumber:http://www.tempointeraktif.com/hg/surabaya/2010/04/27/brk,20100427-243662,id.html

Senin, 26 April 2010

Pos Pengaduan Kementerian Pendidikan Nasional

No Tlp: 021 5703303
SMS ke: 0811976929
SMS Center Menko Kesra untuk diteruskan ke Kementerian Pendidikan Nasional :085880001949

Resume Berita Pendidikan_selasa 27 april 2010

Diberitahu tidak lulus, siswa SMU mencoba bunuh diri.
Siswi SMU swasta di Wonogiri, Indah, mencoba bunuh diri dengan menenggak pengharum ruangan.
Syukurlah aksi nekat siswi ini diketahui warga, dan cepat dibawa ke rumah sakit dan terselamatkan.
Sumber: http://nasional.vivanews.com/news/read/146904-sters_tak_lulus_un__siswi_tenggak_racun

Resume Berita Pendidikan_senin 26 April 2010

Arief Rahman: UN Ada Kemajuan
Keseluruhan pelaksanaan UN, menurut Arief, ada kemajuan dari tahun sebelumnya.
“UN tahun ini ada kemajuan, tahun ini yang tidak lulus tidak dicantumkan. Selain itu, pemerintah juga menyerahkan kepada kepala sekolah membuat keputusan hasil UN disatukan dengan pertimbangan lainnya, seperti akhlak, dan lain-lainnya,” pungkasnya.
Sumber: http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita/10/04/26/113042-arief-rachman-standar-kelulusan-harus-dibedakan

Menkokesra Agung Laksono
Agung Laksono menyatakan, walaupun jumlah ketidaklulusan ujian nasional tahun 2010 meningkat dibandingkan dengan 2009, masih ada kesempatan bagi para siswa Sekolah Menengah Umum (SMU), Sekolah Menengah Kejuruan dan Madrasah Aliyah yang gagal saat ini mengikuti ujian ulangan. Pengumuman hasil ujian yang dilakukan serentak Senin (26/4) ini mencatat sebanyak 154.079 siswa tidak lulus. Jumlah ini sekitar 10% dari seluruh seluruh peserta ujian sebanyak 1.522.162 siswa.
Dari data hasil ujian nasional tahun 2010, jumlah paling banyak siswa yang tidak lulus dan harus mengikuti ujian nasional ulangan ada di Daerah Istimewa Yogyakarta (23,7 persen), Kalimantan Tengah (39,29 persen), Kalimantan Timur (30,53 persen), Nusa Tenggara Timur (52,08 persen), dan Gorontalo (46,22 persen). Adapun persentase siswa yang paling banyak lulus ada di Bali (97,18 persen), Jawa Barat (97,03 persen), Jawa Timur (96,69 persen), dan Sumatera Utara (95,85 persen).
Sumber:http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita/10/04/26/113039-menkokesra-masih-ada-ujian-ulangan

Aksi Siswa Lulus UN
konvoi sepeda motor yang dilakukan sejumlah pelajar yang meluapkan kegembiraan menyambut kelulusan memacetkan jalan di Surabaya. Sumber: http://nasional.vivanews.com/news/read/146840-lulus_un__siswa_tiduran_di_tengah_jalan_raya


Aksi Siswa Tidak Lulus UN
Ratusan siswa SMKN 01 Woja Kabupaten Dompu Nusa Tenggara Barat bahkan mengamuk karena tidak lulus UN.Mereka merusak sekolah dengan cara melemparinya dengan batu.
Sumber:http://nasional.vivanews.com/news/read/146836-tak_lulus_un__ratusan_siswa_lempari_sekolah

Sumeks: Koran Sumatera Selatan
Memberitakan bahwa ada empat SMA yang tidak lulus 100 persen. Tiga SMA negeri dan satu SMA swasta. Ketiga sekolah negeri itu yakni SMA Negeri Nibung Musi Rawas (Mura), SMA Negeri 2 Gunung Megang Muara Enim dan SMA Negeri 1 Semendawai Barat. Satu lagi SMA Bakti Bangsa Banyuasin.
Sumber: http://www.sumeks.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=5926:empat-sma-tak-lulus-100-persen&catid=125:head-news
luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com